wirawax

Februari 27, 2008

Rebuild as a New One

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — by irvan syaiban @ 6:38 am

INI HARUS DIBACA LEBIH DULU!!! HARUS! HARUS! 

Gara-gara mengalami pencerahan hidup

plus

gara-gara saya merasa blog ini kehilangan orientasi, saya pikir untuk berhenti sejenak mengupdate blog ini dan menggantinya dengan sebuah blog baru. Blog yang lebih saya!

Mei 17, 2007

Memaknai Cinta

Diarsipkan di bawah: Cinta — by irvan syaiban @ 5:06 am

X dibunuh sendiri oleh pacarnya.
Judul semacam itu pernah kita baca di berita kriminal di koran maupun di televisi. Ada unsur paradoks dalam kejadian semacam itu. Dalam kamus orang umum sekarang, pacar mesti berhubungan dengan istilah cinta. Seharusnya cinta mengundang perlakuan yang indah-indah dari orang yang mencintai. Tidak semestinya cinta menghasilkan perbuatan keji terhadap orang yang dicintai. Ada pergeseran pemahaman akan makna cintakah? Atau memang sudah bukan cinta lagi yang ada pada cerita di atas? (lagi…)

April 19, 2007

Autopackage Rocks!

Diarsipkan di bawah: TI — by irvan syaiban @ 7:01 am

Urusan install-menginstall program di lingkungan GNU-Linux bisa bikin pusing. Jika dapat binary source codenya, kudu compile sendiri, dan itu bisa membutuhkan 2 atau lebih cangkir kopi untuk menemani kesabaran dan kemauan belajar. RPM mereduksi banyak penderitaan dalam masalah penginstallan ini. Namun, ternyata RPM tidak selalu menyenangkan juga. Ada saja masalah dalam RPM, misalnya, hanya menunjukkan dependency yang kurang lalu tidak otomatis menginstallkan, tidak ada standar penamaan paket dependency di antara distro-distro, interaksi yang buruk dengan kode sumber, dan lain-lainnya.
Autopackage, merupakan perangkat lunak yang mencoba menyederhanakan masalah instalasi di lingkungan GNU-Linux ini. Perangkat lunak yang menyediakan paket penginstallan autopackage akan mudah diinstall di distribusi apa saja. (lagi…)

April 13, 2007

Jika Orang yang Jatuh Cinta Bisa Memilih

Diarsipkan di bawah: Cinta — by irvan syaiban @ 10:17 pm

Waktu kecil saat liburan, saya sering ke rumah famili di kota sebelah yang terhitung masih kakek nenek saya. Jarak beberapa rumah dari rumah famili saya tersebut, tinggallah seorang tua yang konon juga masih terhitung kakek saya. Kami memanggilnya Eyang Gus.
Eyang Gus mempersilakan siapa saja bertandang dan bermain di rumahnya, termasuk anak-anak kecil seperti saya waktu itu. Dia selalu menyediakan minuman dan makanan bagi kami.
Ada yang terasa aneh dengan Eyang dan rumahnya. Rumah itu terlalu sepi. Hanya Eyang saja yang tinggal di rumah itu. Saya tak tahu ada apa dengan hal itu. Walau hati bertanya, saya menikmati di rumahnya yang kuno, berhawa dingin, penuh furniture kuno, dan buku-buku berbahasa Belanda. (lagi…)

April 12, 2007

Pakai Linux Karena Ingin Masuk Surga

Diarsipkan di bawah: TI — by irvan syaiban @ 6:26 am

Mulai bulan ini, majalah InfoLINUX menampilkan pengalaman-pengalaman pribadi pengguna Linux. Selain dapat bingkisan, yang dimuat pun bisa nampang di majalah berkaliber nasional. Ini adalah ide yang baik untuk mempropagandakan penggunaan Free Open Source Software (FOSS) dan juga membantu penegakan UU HAKI di Indonesia.
Bicara tentang memakai GNU Linux -selanjutnya saya singkat Linux, jujur saja saya lebih suka memakai Windows. Ini karena dapur rumah saya lebih bisa mengepul dengan piranti lunak yang berjalan di atasnya. Tapi karena hal yang ideologis toh akhirnya saya memakai Linux juga. (lagi…)

Positif Negatif di Sekitar Sukses

Diarsipkan di bawah: Manajemen Diri — by irvan syaiban @ 6:08 am

Ingin sukses, berhasil? Hampir dapat dipastikan 100% manusia menjawab ya. Sukses dalam meraih prestasi pendidikan, pekerjaan, dan keluarga. Ups, jangan lupa, seorang muslim juga harus sukses di akherat.
Meraih sukses memang tidak mudah, tapi semua orang punya kesempatan untuk meraih sukses asalkan mereka mampu membuang belenggu ”racun” sukses, dan memetik madu sukses. (lagi…)

Februari 2, 2007

‘Aisyah ke Perang Jamal, Akhwat Berdemo

Diarsipkan di bawah: Studi Kritis Perjuangan — by irvan syaiban @ 6:36 am

Di negeri ini, pada zaman orde baru, demonstrasi belumlah menjamur seperti sekarang ini. Sejak reformasi tegak, setiap ada masalah yang menimbulkan perdebatan pastilah berakibat demonstrasi dan unjuk rasa. Baik masalah itu masalah dalam negeri ataupun masalah luar negeri.
Dulu juga, kebanyakan demonstrasi yang memprotes kebijakan-kebijakan dan permasalahan dalam negeri dikomandoi oleh gerakan-gerakan mahasiswa yang kekiri-kirian. Selain itu, biasanya pengikut demonstrasi adalah laki-laki.
Itu semua tak berlaku hari ini. Tidak hanya gerakan kekiri-kirian yang pandai berdemonstrasi, gerakan Islam pun sekarang ini menanggapi banyak fenomena dengan berdemonstrasi baik menanggapi masalah luar negeri maupun dalam negeri. Dan sesuatu yang baru saat ini adalah banyaknya muslimah yang berdemonstrasi khususnya di bebarapa gerakan Islam. (lagi…)

Pimpin Diri Sendiri Dulu, Dong!

Diarsipkan di bawah: Manajemen Diri — by irvan syaiban @ 6:33 am

Mulailah dari diri sendiri! Pesan ini begitu mulia. Sebelum kita repot-repot dengan urusan orang –yang belum tentu orang itu merasa suka kita urus- ya lebih baik kita mengurus diri sendiri dulu. Sebelum kita melihat-lihat kesalahan orang lain, sangat baik kita melihat kesalahan diri kita sendiri dulu. Sebelum kita memperbaiki orang lain, lebih baik kita perbaiki diri kita sendiri dulu. (lagi…)

Mendengarkan Efektif

Diarsipkan di bawah: Manajemen Diri — by irvan syaiban @ 6:29 am

Percaya, nggak, 75% dari seluruh waktu kita digunakan untuk berkomunikasi? Ayo, coba lacak kembali aktivitas Anda hari ini! Menyapa teman Anda, menjawab guru Anda, mendengar penjelasan guru Anda, meminjam buku pada teman Anda, bilang terima kasih pada penjaga kantin, dan sebagainya. Nah, hampir seluruh hari Anda terisi dengan komunikasi, kan? (lagi…)

Memunculkan Ide Hebat

Diarsipkan di bawah: Manajemen Diri — by irvan syaiban @ 6:27 am

Ide besar yang bermanfaat memang hebat! Mungkin kita pernah lihat teman atau senior kita yang punya ide seperti itu. Bagaimana dengan kita? Susah nggak sih memunculkan gagasan-gagasan kreatif yang hebat?
Memang kita nggak pernah diajari bagaimana memunculkan ide-ide, karena itu kita merasakan pekerjaan ini sebagai pekerjaan berat. Kebanyakan kita berpikir bahwa kemampuan menumbuhkan gagasan itu karena adanya bakat sejak lahir, bukan karena belajar. Dan anggapan itu kita biarkan saja. (lagi…)

Halaman Berikutnya »

Di dukung oleh WordPress.com