Lompat ke isi

2011 in review

Januari 4, 2012

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2011 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The concert hall at the Syndey Opera House holds 2,700 people. This blog was viewed about 17.000 times in 2011. If it were a concert at Sydney Opera House, it would take about 6 sold-out performances for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

Lukisan Anakku Dicetak Secara Nasional

Oktober 22, 2011

Setelah rumah tempat saya dibesarkan disiarkan secara nasional dan ide saya dicetak secara nasional -konon juga best seller, kini giliran anak saya memulai kiprahnya secara nasional. Lukisan karyanya dimuat di sebuah koran nasional, Kompas, hari Ahad, 9 Oktober 2011, dan tentu saja dicetak dan didistribusikan secara nasional.

Lukisan Ukasyah di Kompas, 9 Oktober 2011

Lukisan Ukasyah di Kompas, 9 Oktober 2011

Anak saya yang pertama, Ukasyah, memang hobi banget menggambar. Kemampuan menggambarnya diwarisi dari garis ayahnya, sedangkan masalah warna diwarisi dari ibunya. Mbah dhe-nya adalah seorang perupa, guru seni rupa, juga guru arsitektur. Mbahnya yang tentara dan dosen juga lihai menggambar walaupun tidak menekuni keterampilannya sebagaimana kakaknya. Ayahnya sendiri, saya, sejak kelas 2 SD sudah bikin komik sendiri dari potongan buku tulis dan mendistribusikannya ke teman-teman satu SD. Konon, inilah salah satu peletak sejarah konsep komik indie. :) .

Tapi yang lebih berperan di sini adalah ibunya. Jika bisa menggambar saja namun tidak bisa mewarnai tentu tidak menarik. Nah, urusan warna mewarnai, istri saya lebih lihai daripada saya. Konsep kekontrasan warna, kedalaman warna, kekayaan warna adalah salah satu bakat alami istri saya tercinta. Secara khusus, istri saya membimbing Ukasyah dalam masalah pewarnaan. Mulai dari pemilihan warna, cara menggoreskan pastel, kombinasi, pencampuran warna, dan sebagainya. Istri saya memang hebat di sini.

Usaha dan bimbingan istri saya tidak sia-sia. Sebelum karya Ukasyah dimuat di Kompas, anak pertama saya ini mendapatkan juara II lomba lukis tingkat TK se-Kabupaten Sleman. Wah, seneng banget rasanya.

Kini tambah seneng lagi karena karyanya nongol di koran nasional. Alhamdulillah.

Sepuluh Tahun yang Lalu (2)

Agustus 2, 2011

Sepuluh tahun yang lalu, genap sebulan saya ditempatkan di sebuah desa di daerah berbukit-bukit. Genap sebulan saya merasakan dinginnya angin musim kemarau. Genap sebulan saya hampir tak bisa merasakan terik matahari di tengah hari karena siangnya pun terasa sejuk di tempat itu.

Semula bermula dari (sekadar) doa enam tahun sebelumnya. Waktu itu, kakak saya mengikuti kuliah kerja nyata. Ia ditempatkan di sebuah desa di daerah berbukit-bukit. Hawanya sejuk. Pemandangannya indah. Airnya bersih. Candiroto  nama desa itu. Letaknya di Kabupaten Temanggung. Dasar saya yang enggak betah dengan udara gerah, saya pun langsung berharap (mungkin juga berdoa -lupa) agar jika suatu hari nanti harus mengikuti kuliah kerja nyata, saya juga ditempatkan di daerah serupa. Bahkan kalau bisa sama persis.  :)

Karena Gusti Allah itu mengikuti persangkaan baik hamba-Nya, harapan saya pun dikabulkan. Enam tahun berikutnya, ketika saya mengikuti kuliah kerja nyata, saya ditempatkan di sebuah desa yang jaraknya hanya tiga kilometer dari desa tempat kakak saya dulu ditempatkan. Subhanallah. Ajaib memang.

Desa itu bernama Wanacaya. Orang sering menulisnya dengan Wonocoyo -padahal menurut tulisan Jawa, yang pertamalah yang benar. Konon maknanya adalah hutan yang bercahaya. Desa ini terletak di Kecamatan Wanabaya -yang orang kadang menulisnya sebagai Wonoboyo. Konon maknanya adalah hutan buaya. Alhamdulillah, waktu saya ke sana buayanya sudah tidak ada. :)

Wanacaya tidaklah begitu berbeda dengan Candirata. Terletak di daerah berbukit. Benar-benar berbukit-bukit. Hawanya sejuk. Jika malam hari dinginnya minta ampun. Ketika tengah hari, keringat pun rasanya tidak keluar walaupun berdiri di tengah lapangan; hawanya tetap sejuk. Karena terletak di bukit, pemandangannya indah. Pohon-pohon kopi menghiasi lereng-lereng bukit. Berjalan-jalan pun rasanya tak lelah.

Saya ditempatkan bersama empat teman. Sub unit beranggota paling sedikit dibandingkan sub unit lain pada satu unit -dengan lokasi yang paling sulit dicapai sehingga pak dosen pun hanya sekali bertandang ke sana dan bilang, “Kalau mau minta tanda tangan, kumpulkan di Kecamatan saja ya?” Hehehe.

Empat teman saya unik-unik. Yang satu dari Palembang, anak Geodesi Teknik, tentu saja tidak bisa berbahasa Jawa Krama. Satu lagi berasal dari Jawa, berperawakan seperti tokoh utama Renegade, tapi berhati dan bersikap lemah lembut. :) Satunya lagi cewek dari Sulawesi. Yang terakhir adalah yang istimewa. Seorang gadis yang saya ceritakan di posting saya sebelumnya.

Namanya jodoh tak bisa ditolak. Sudah diskenario oleh Allah.

Awal mula kaget juga waktu  pembentukan kelompok di LPM. Oh ternyata, saya sekelompok dengan gadis menarik hati ini. Gara-gara sudah tertarik sebelumnya ya jadinya agak perlu menata hati waktu komunikasi pertama.

“Dari luar Jawa,  ya?” pertanyaan pertama saya kepadanya. Sebenarnya mau nanya, “Chinese, ya?” Tapi nanti dikira rasis.

“Oh, tidak, Jawa tulen,” jawabnya sambil tersenyum.

Karena saya dipilih menjadi  koordinator sub unit ya jadilah lebih mudah untuk mengetahui sedikit banyak tentang gadis menarik hati ini.

Pekan-pekan pertama, segera saya mengetahui bahwa gadis ini mempunyai hati yang baik, kepribadian yang lemah lembut, hati yang hanif, kedewasaan yang matang, serta bertanggung jawab. Kombinasi yang pas untuk seorang istri yang baik.

Orang Jawa berkata, tumbuhnya cinta karena terbiasa. Ini benar, walau tidak seluruhnya benar. Kalau terbiasa dengan seorang gadis berkepribadian istimewa seperti dirinya, wajar jika saya jatuh cinta. Tapi kalau bergaul dengan cewek ugal-ugalan ya sulit deh untuk jatuh cinta.

Sebulan berlalu di sepuluh tahun yang lalu, ada rasa bahagia jika gadis tersebut berada di sekitar saya, minimal mengetahui kalau dirinya baik-baik saja. Ada rasa gelisah, jika gadis itu tak segera tampak dari pondoknya. Saya akui saya jatuh cinta. Tak perlu malu tentang hal ini.

Sebulanberlalu di sepuluh tahun yang lalu, saya mulai memilih dirinya. Sebulan berlalu di sepuluh tahun yang lalu, saya  mulai berkeinginan menindaklanjuti rasa di hati ini.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah mempertemukanku dengannya. Pertemuan yang sungguh indah di tempat yang indah, hijau, dan sejuk.

Istriku, aku mencintaimu. Aku mencintaimu saja.

Sepuluh Tahun yang Lalu (1)

Maret 31, 2011

Kadang-kadang saya ditanya bagaimana saya bertemu dengan istri saya. Yang jelas, saya bertemu dengan istri saya tanpa perantaraan pihak ketiga. Tambahan lagi, saya memutuskan menikahi calon istri saya tanpa paksaan siapa pun dan juga tanpa rasa terpaksa . :)   Cinta memang datang pada saat yang tepat. Datangnya cinta tak dapat dipaksakan.

Semua itu berawal dari tanggal ini –tanggal posting artikel ini- sepuluh tahun yang lalu. Saat itu, saya baru dalam persiapan untuk kuliah kerja nyata yang diwajibkan oleh kampus saya. Salah satu persiapan yang wajib adalah mengambil buku panduan kuliah kerja nyata –dan mempelajarinya tentu saja.

Tanggal ini, sepuluh tahun yang lalu, saya pun mengambil buku panduan kuliah kerja nyata itu ke lembaga pengabdian mahasiswa bersama seorang teman saya. Setelah tiba di LPM dan mengambil buku tersebut, kami tidak langsung meninggalkan tempat itu. Banyak teman semasa SMA ketemu di LPM. Walhasil, kami pun mengobrol dengan beberapa teman sewaktu SMA.

Saat itulah saya melihat seorang gadis masuk ke halaman LPM. Entah mengapa ada kekuatan tertentu yang membuat saya memperhatikannya. Biasanya tidak seperti ini. Seakan-akan saya tak dapat menolak keinginan untuk memperhatikannya.
Mulai dari masuk ke halaman LPM, mengambil buku panduan, kemudian meninggalkan LPM, saya memperhatikan hampir semua gerak-gerik gadis tersebut.

Mulanya, saya tertarik dengan kepercayaan dirinya yang datang sendirian tanpa teman. Waktu itu, mahasiswa yang lain datang secara rombongan –atau paling tidak berdua. Namun, gadis ini datang sendirian.

Setelah itu, tak tampak sedikit pun rasa tidak pede di wajahnya. Bahkan wajahnya tampak berseri-seri dan bersinar. Wajah ini mengalahkan tampilan wajah-wajah yang lain saat itu, sehingga saya tak kuasa untuk tidak curi-curi pandang. Sinar wajahnya mengalahkan rona wajah-wajah yang lain.

Saya mengikuti jalan keluar sang gadis ini. Waktu bayangannya menghilang, ada rasa penasaran terhadap gadis ini. Siapakah dia?
Memang inilah yang namanya jatuh cinta.

Memang, pilihan saya tidak salah. Saya tahu mengapa gadis ini begitu menarik pada pertama kali saya melihatnya. Jawabannya adalah karena ialah jodoh saya.

Selama sepuluh tahun ini, ternyata tidak hanya sinar cantik wajahnya saja yang mencuri hati saya. Kebaikan hati dan kelembutan budinya membuat saya semakin jatuh cinta kepadanya. Alhamdulillah, pilihan saya tidak salah. Sungguh saya bersyukur kepada Allah yang telah menjadikan gadis yang dulu saya lihat sepuluh tahun lalu menjadi istri saya. Alhamdulillah Ya Allah.

Ideku Dicetak Secara Nasional

Maret 28, 2011

Setelah rumah tempat saya tumbuh besar disiarkan televisi secara nasional, kini ide pelengkap saya dicetak secara nasional. Bahkan buku tersebut mencapai best seller dan dicetak ulang. Wow!

Ideku yang Dicetak Nasional itu

Ideku yang Dicetak Nasional itu

Ini berawal dari ketertarikan saya untuk mempelajari neuro-linguistics programming. Salah satu website rujukan saya dalam belajar NLP adalah PortalNLP. Di situs tersebut, salah satu penulis favorit saya adalah Pak Krishnamurti.

Suatu ketika, Pak Krishna ini menulis tentang Mencuci Pikiran Kotor yang Porno. Tentu saja ini adalah tema yang menarik. Begitu tulisan itu dipost, komentar-komentar pun berdatangan. Salah satu komentator memberi ide agar setelah wanita telanjang tadi ditutup baju besi, baju besinya digembok, terus kuncinya dibuang.

Menurut saya, kunci yang dibuang tersebut bisa saja dicari-cari –dan suatu ketika bisa ketemu. Kalau demikian, nggak efektif dong terapinya –seperti men-shift-delete file gambar porno tapi bisa direstore kembali haha. Jadi, kuncinya harus dibuang sedemikian rupa sehingga kunci tersebut nggak akan pernah ditemukan lagi.

Muncullah ide agar kunci tersebut harus dibuang ke lautan yang dalam. Sesuatu yang dibuang ke lautan yang luas tentu saja sulit ditemukan, apalagi lautan yang luas lagi dalam, apalagi yang dibuang itu kunci gembok yang relatif kecil. Jadilah, saya berkomentar agar kunci gembok itu dibuang ke lautan  yang dalam. Waktu itu saya iseng saja memakai nama Wirawan Yogya.

Nggak saya sangka, ternyata ide  pelengkap saya ini juga dimasukkan ke buku Pak Krishna yang kedua, Damaikan Setan dan Malaikat dalam Pikiranmu. Ide pelengkap saya ini dicetak di halaman 75. Trims, Pak Krish.

UPDATE: Di bawah, ada komentar langsung dari Pak Krishnamurti khusus tentang postingan saya ini. Terima kasih.

Hari Sabtu, 26 Februari 2011, Pak Krishna datang ke Yogya untuk memberikan training satu hari berdasarkan isi buku kedua tersebut. Tentu saja saya berusaha keras untuk hadir.

Alhamdulillah walau telat, saya dapat datang. Saat sesi tanya jawab, saya punya pertanyaan tentang tingkat efektifitas perceptual position dalam visualisasi.

Saya (aka Wirawan Yogya) & Krishnamurti :: Melengkapi & Dilengkapi

Saya (aka Wirawan Yogya) & Krishnamurti :: Melengkapi & Dilengkapi

Ketika diminta mengenalkan diri, saya berkata, “Saya Wirawan Yogya yang ada di buku Anda halaman 75, Pak Krish….”
Sontak saja, ruangan training yang dipenuhi ratusan peserta segera dipenuhi suara halaman-halaman buku terbuka. Pasti semua mencari halaman 75, pikir saya. Hehe belum pernah belajar Ericksonian, ternyata sudah bisa waking hypnosis.

Terharunya, Pak Krish mengucapkan terima kasih kepada saya atas ide pelengkap saya itu. “Terima kasih kembali, Pak Krishna…”

Halo di Langit Yogya 4 Januari 2011

Januari 5, 2011
halo yogya 5 januari 2011 diambil di smk n 1 seyegan

Halo Yogya 5 Januari 2011, diambil di SMK N 1 Seyegan, pukul 11:14

Fenomena alam menarik terjadi kemarin di Yogyakarta sekitar pukul 10.30 sampai dengan 11.30. Fenomena ini adalah munculnya lingkaran berwarna warni di sekitar matahari, atau lebih spesifik lagi disebut sebagai halo.

Saya mengetahui munculnya halo ini gara-gara dua siswa minta izin keluar kelas untuk ke toilet. Oh, ya, waktu itu saya sedang mengajar di ruang 5 SMK N 1 Seyegan di kelas X TO 1. Beberapa menit kemudian mereka masuk. Beberapa menit lagi, dua siswa minta izin keluar kelas untuk ke toilet juga. Beberapa siswa yang masih duduk manis nyeletuk, “Nggak ke toilet tuh, Pak. Cuma lihat matahari doang, kok, Pak,” Pikir saya, “Emang ada apa mataharinya? Setiap hari juga lihat matahari,”
Saat mereka masuk, saya tanya, “Ada apa dengan mataharinya?”
“Itu lho Pak, ada lingkaran pelanginya,”

Oh. Ada halo, toh?
Saya pun keluar dan memandang ke atas. Ya benar.
“Pak, mau lihat, pak. Siapa tahu seumur hidup sekali…” rengek seorang siswa.
Ada-ada saja nih anak. “Oke, deh, saya beri waktu sekitar 5-10 menit untuk melihatnya. Silakan kalau mau dipotret atau direkam video… Setelah itu kita lanjutkan pelajarannya.”

Siswa-siswa kelas saya pun keluar. Sebentar kemudian separo dari mereka mengeluarkan hape berkamera dan mengarahkannya ke langit.
“Ada penjelasan ilmiahnya nggak pak?” tanya seorang siswa.
“Ya jelas ada. Itu namanya halo. Terjadi karena pembiasan cahaya oleh uap air.”

Halo di langit Yogya, masih dari SMK N 1 Seyegan

Halo di langit Yogya, masih dari SMK N 1 Seyegan

Nih penjelasan ilmiahnya:
Halo adalah fenomena pembiasan cahaya yang disebabkan oleh kristal es atau uap air yang berada di atmosfer di antara orang yang melihatnya dan matahari. Bentuk umum dari halo adalah sebuah lingkaran cahaya yang berwarna warni yang melingkari matahari.

Halo biasa terjadi pada musim hujan saat banyak uap air naik ke troposfer yang berketingian 10-40 km. Suhu troposfer sangat dingin, yaitu antara minus 30-40 derajat celcius. Pada saat itulah uap air di lapisan troposfer berfungsi sebagai lensa yang memantulkan cahaya matahari.

Warna halo yang terjadi kemarin tidaklah selengkap warna pelangi, hanya merah, jingga, kuning, dan hijau dengan urutan dari dalam ke bagian luar cincin. Warna yang tak selengkap pelangi ini disebabkan oleh perbedaan sudut pantul cahaya.

Halo adalah sebuah pertanda.... Pertanda adanya uap air di atmosfer hehe

“Ini pertanda apa, Pak?”
“Nggak merupakan pertanda apa-apa. Itu fenomena alam biasa, Nak. Ayo, masuk lagi. Ini sudah 10 menit di luar.”

Kiat Mengajarkan Penggunaan Komputer kepada Orang (Tua) yang Belum Pernah Menggunakan Komputer

Januari 5, 2011

Zaman sekarang, keterampilan menggunakan komputer sudah menjadi sebuah tuntutan. Segala dokumen hampir semuanya merupakan produk olahan komputer. Dus, bapak-bapak dan ibu-ibu yang sudah melewati usia setengah baya pun terpaksa eh dipaksa harus paham pula penggunaan komputer, paling tidak aplikasi perkantoran.

Beberapa kali saya diminta untuk mengajarkan penggunaan komputer ini kepada para bapak-bapak dan ibu-ibu yang sudah (hampir) lewat setengah baya ini. Khususnya mereka yang difasilitasi untuk mengikuti program pendidikan guru sekolah dasar dan program pendidikan anak usia dini di Universitas Terbuka.

Dari kesempatan menjadi tutor mata kuliah Komputer Universitas Terbuka itu, ada beberapa kiat yang sebaiknya kita ketahui sebelum kita mengajarkan penggunaan komputer kepada mereka yang sudah lewat usia setengah baya. Kiat-kiat ini sebaiknya Anda ketahui sebelum benar-benar berhadapan dengan mereka di sebuah kelas resmi. Read more…

This Blog is on Fire! : Review Blog ini di 2010 oleh WordPress

Januari 3, 2011

Alhamdulillah, selain dapat hadiah tahun baru langganan gratis Kompas, dapat juga apresiasi nge-blog oleh WordPress. Trims banyak, WordPress!

The stats helper monkeys at WordPress.com mulled over how this blog did in 2010, and here’s a high level summary of its overall blog health:

Healthy blog!

The Blog-Health-o-Meter™ reads This blog is on fire!.

Crunchy numbers

Featured image

A helper monkey made this abstract painting, inspired by your stats.

The average container ship can carry about 4,500 containers. This blog was viewed about 14,000 times in 2010. If each view were a shipping container, your blog would have filled about 3 fully loaded ships.

 

In 2010, there was 1 new post, growing the total archive of this blog to 39 posts. There were 4 pictures uploaded, taking up a total of 306kb.

The busiest day of the year was October 14th with 99 views. The most popular post that day was Bicara Efektif di Muka Umum.

Where did they come from?

The top referring sites in 2010 were search.conduit.com, google.co.id, id.wordpress.com, facebook.com, and start.facemoods.com.

Some visitors came searching, mostly for tragedi wtc, citra diri, mendengarkan, berbicara efektif, and berbicara di depan umum.

Attractions in 2010

These are the posts and pages that got the most views in 2010.

1

Bicara Efektif di Muka Umum November 2006
30 comments

2

Tragedi WTC yang Masih Misterius November 2006
36 comments

3

Membangun Citra Diri Positif November 2006
20 comments

4

Mendengarkan Efektif February 2007
5 comments

5

Misteri Holocaust November 2006
37 comments

Pilanda: Java Mobile Game untuk Anak TK (SD?)

November 18, 2010
tags: , , , , ,

Sudah lama ingin menulis ini -hampir setahun yang lalu- baru kesampaian sekarang…

Setelah sekian lama berkutat dengan paket Office, akhirnya lega juga bisa berurusan (lagi) dengan NetBeans, Java, dan Gimp.

Kali ini, proyeknya adalah bikin game mobile yang sederhana aja. Yang penting bisa bikin Ukasyah duduk tenang kalo diajak naik mobil.

 

menu pilanda

Menu Pilanda

Read more…

Cara Compile File Java di Console Linux

Desember 17, 2009
  1. Bukalah console di linux. Misalnya di lingkungan Ubuntu, kita bisa mengakses Applications->Accessories>Terminal. Lakukan change directory  ke directory yang sudah disiapkan.
  2. Untuk dapat sukses melakukan kompilasi dan  meluncurkan aplikasi, set-lah setidaknya dua buah variabel lingkungan, yaitu : Variabel lingkungan PATH harus memuat directory di mana perintah java dan javac.
  3. Contoh untuk menge-set variabel lingkungan PATH :

    $ export PATH=/home/lab/jdk1.6.0_13/bin:$PATH

    Variabel lingkungan CLASSPATH harus memuat directory di mana file .class dari aplikasi berada. Contoh untuk menge-set variabel  lingkungan CLASSPATH :

    $ export CLASSPATH=/home/lab/tugas

  4. Melalui console, jalankan javac :
  5. $ javac HelloWorld.java

    Jika langkah-langkah di atas dikerjakan dengan benar, akan terdapat file HelloWorld.class di dalam directory yang sama.

  6. Ceklah dengan:
  7. $ ls

    akan tampil:

    HelloWorld.class   HelloWorld.java

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.