Skip to content

Kiat Mengajarkan Penggunaan Komputer kepada Orang (Tua) yang Belum Pernah Menggunakan Komputer

Januari 5, 2011

Zaman sekarang, keterampilan menggunakan komputer sudah menjadi sebuah tuntutan. Segala dokumen hampir semuanya merupakan produk olahan komputer. Dus, bapak-bapak dan ibu-ibu yang sudah melewati usia setengah baya pun terpaksa eh dipaksa harus paham pula penggunaan komputer, paling tidak aplikasi perkantoran.

Beberapa kali saya diminta untuk mengajarkan penggunaan komputer ini kepada para bapak-bapak dan ibu-ibu yang sudah (hampir) lewat setengah baya ini. Khususnya mereka yang difasilitasi untuk mengikuti program pendidikan guru sekolah dasar dan program pendidikan anak usia dini di Universitas Terbuka.

Dari kesempatan menjadi tutor mata kuliah Komputer Universitas Terbuka itu, ada beberapa kiat yang sebaiknya kita ketahui sebelum kita mengajarkan penggunaan komputer kepada mereka yang sudah lewat usia setengah baya. Kiat-kiat ini sebaiknya Anda ketahui sebelum benar-benar berhadapan dengan mereka di sebuah kelas resmi.

Motivasi Dulu dengan WIIFM

Sudah jadi fitrah manusia untuk mengejar apa yang bermanfaat baginya dan menghindari hal yang memudharatkan dirinya. Manusia selalu bertanya kepada dirinya -sadar atau tidak sadar- “Apakah hal ini bermanfaat bagiku?”. Jika hal tersebut bermanfaat baginya, pasti akan ia kejar, jika hal itu membawa mudharat baginya tentu ia akan menghindarinya. Pertanyaan ini dalam bahasa Inggris dikenal juga dengan istilah WIIFM: “What is in it for me?” atau “Apa manfaat hal ini bagiku?” Sadar atau tidak sadar, kita semua sering bertanya ini dulu sebelum melakukan suatu tindakan.

Manfaatkan naluri dasar manusia ini untuk memotivasi. Sampaikan apa saja manfaat yang akan bapak dan ibu peroleh dari belajar komputer -walau usia sudah tidak muda lagi. Misalnya, dalam hal penulisan RPP, akan lebih mudah jika RPP ditulis menggunakan komputer. Di kemudian hari, hal-hal yang perlu dimutakhirkan dalam RPP tersebut cukup dihapus dan diganti saja, lalu tinggal diprint, alih-alih menulisnya ulang dari awal. Bagi seorang yang pernah mengalami harus menulis manual atau dengan mesin ketik, tentu menghapus-yang-perlu-saja-dan-tidak-perlu-menulis-dari-awal adalah hal yang sangat menarik. Ini bisa menghemat waktu.

Tekankan untuk Berani Mencoba

Penyakit paling parah yang pernah saya temui dalam proses belajar adalah tidak berani mencoba. Menurut saya, ini salah satu penyebab mengapa kemajuan pendidikan di negara kita tidak pesat. Tapi di sini, kita tidak sedang membahas itu.

Penyakit tidak berani mencoba ini harus dihilangkan sejak awal kita membimbing bapak dan ibu yang sudah tidak muda lagi untuk belajar komputer. Tekankan bahwa kepahaman mengoperasikan komputer didapat dari mempraktikkannya. Dan kita bisa mempraktikkannya hanya dengan mencobanya.

Oh ya, ada nasihat bagus juga dari Master Yoda, salah satu tetua di Dewan Jedi, saat melatih Luke Skywalker, “Tidak ada mencoba, yang ada hanyalah lakukan atau tidak lakukan!”

Saya sendiri lebih sering memakai kata “ketik saja”, “klik saja”, “langsung tekan” alih-alih mengatakan “coba diketik”, “coba diklik”, “coba ditekan”. Mengapa? Karena kata “coba” secara tidak sadar membawa makna “tidak sepenuhnya” atau “tidak sungguh-sungguh”. Jika ingin bisa sepenuhnya ya langsung saja tekankan pada kata kerjanya, hilangkan kata “coba” -seperti nasihat Master Yoda.

Tidak Ada yang Akan Meledak di Ruangan Ini

Salah satu penyebab kita tidak berani mencoba adalah kita terlalu sering ditakut-takuti pada waktu kita kecil. Orang tua atau pengasuh kita atau guru kita kerap kali bilang, “Jangan begitu nanti akan begini.” Ingat masa kecil kita, pernahkah Anda diingatkan dengan kalimat semisal, “Jangan manjat pohon, nanti jatuh”; “Jangan lompat-lompat nanti terpeleset”; “Jangan bawa gelas itu, nanti jatuh, sini Ibu saja yang bawa”?

Sepengalaman saya, ternyata itu juga mempengaruhi kemajuan belajar bapak atau ibu yang sudah tidak muda lagi saat belajar menggunakan komputer.

Pernah suatu saat, seorang ibu di kelas saya tidak segera menghidupkan komputer padahal teman-temannya sudah. “Apakah ada kesulitan, Bu?” tanya saya.
“Kalau saya tekan tombolnya, nanti jadinya rusak, gimana, Pak?” jawabnya.

Nah ini dia salah satu dampak pendidikan menakut-nakuti. Jadi, adalah penting bagi kita untuk memahamkan tidak akan ada yang rusak hanya karena kita menggunakan komputer -dengan benar sesuai prosedur. Tentu saja, kita harus menerangkan dulu tentang keamanan kerja di sekitar komputer dan prosedur yang benar, misalnya: jangan menaruh minuman di dekat komputer, nyalakan dulu ini sebelum itu. Setelah jelas bahwa pengoperasian komputer yang benar tidak akan membawa masalah, tentu peserta pembelajaran tidak takut-takut lagi mengoperasikan komputer.

Tidak Ada Data Penting yang Akan Hilang

Suatu ketika, ada seorang ibu peserta kelas saya yang diam saja di depan komputer. Waktu itu materinya adalah praktik manajemen berkas dengan Windows Explorer. Saya dekati ibu tersebut, dan bertanya kepadanya, “Bagaimana, Bu?”
Ibu itu menjawab, “Anu pak, takut menghilangkan data yang sudah ada di komputer ini.”

Selain ketakutan akan rusaknya komputer, ada satu ketakutan spesifik lagi dalam pembelajaran komputer kepada mereka yang sudah tidak begitu muda lagi: takut menghilangkan data. Apalagi seringkali tutorial Universitas Terbuka dilangsungkan dengan meminjam laboratorium komputer institusi lain. Takut menghilangkan data orang lain pun menjadi niscaya.

Karena itu, perlu kita pahamkan juga bahwa tidak akan ada data yang hilang hanya karena kita mempraktikkan manajemen file. Kita pahamkan bahwa jika suatu ketika terjadi ‘kecelakaan’ seperti tak sengaja memindahkan file, tak sengaja ‘menghapus’ file, maka semua itu bisa dibatalkan dengan perintah Undo.

Akan lebih baik jika pembelajaran juga didesain agar peserta pembelajaran ngoprek file dan folder kepunyaan mereka sendiri. Hal ini diberitahukan kepada peserta di awal, sehingga mereka paham bahwa data orang lain tidak akan mereka sentuh, walhasil kekhawatiran merusak data orang lain pun sirna. Jadi, materi manajemen berkas yang awal adalah membuat folder –dengan jumlah yang lumayan banyak, dengan nama spesifik yang mudah diingat peserta seperti nama putra-putri mereka, nama keponakan mereka, nama murid mereka, nama tetangga mereka. Setelah itu, segala aksi menghapus, mengganti nama, menggandakan, memindahkan folder dilakukan dengan folder yang mereka buat sendiri.

Konsensus Istilah Penggunaan Mouse

“Silakan tombol ini diklik, Bapak Ibu,” perintah seorang instruktur.
“Klik kanan atau klik kiri, Pak?” tanya seorang peserta
“?????” instrukturnyabengong.

Sebelum mulai mengoperasikan komputer yang sistem operasinya sudah berbasis antarmuka grafis, perlu kita pahamkan dulu istilah mouse dan istilah dalam penggunaan mouse.

Peserta pembelajaran perlu paham dulu apakah itu mouse, apakah itu pointer mouse, yang mana tombol kiri, yang mana tombol kanan, dan yang mana scroll itu.
Setelah itu kita sampaikan istilah penggunaan mouse. Istilah yang umum dalam penggunaan mouse adalah klik, klik ganda atau double-click, klik kanan, scroll, drag and drop. Klik adalah menekan tombol kiri mouse sekali. Klik ganda adalah menekan tombol kiri mouse dua kali. Klik kanan adalah menekan tombol kanan mouse sekali. Scroll adalah menggerakkan roda di tengah mouse. Drag n drop adalah mengklik suatu objek, menekannya, menyeretnya kemudian melepaskan tombol kiri mouse. Tentu Anda sudah paham banget akan istilah-istilah ini.

Yang masih kadang belum disampaikan adalah tidak ada istilah klik kiri. Klik adalah klik kiri. Perlu disampaikan juga bahwa ini adalah konsensus internasional. So, instead of using left-click term, we just say click.

Dengan demikian, ketika kita bilang “Silakan diklik,” tidak ada lagi pertanyaan seperti, “Klik kiri atau klik kanan, Pak?”
Klik ganda kadang juga menjadi masalah bagi sebagian orang. Pahamkan bahwa klik ganda itu dilakukan dengan cepat, dengan jeda yang sangat singkat. Untuk membantu peserta memahaminya, kita bisa memberi aba-aba dengan tepuk ganda ala Pramuka: plok-plok. Pahamkan juga bahwa klik ganda itu bukannya klik sekali, lalu menyeruput teh, baru klik yang kedua.

Mouse yang Kehabisan Tempat

Suatu ketika di kelas saya, ada seorang bapak yang kelihatan jengkel menggerakkan mouse-nya. Akhirnya ia pun meminta bantuan saya. Ternyata kejengkelan bapak ini dipicu oleh pointer mouse yang harus berpindah tempat namun mouse-nya sudah ‘kehabisan tempat’. Dan ternyata ini adalah masalah klasik bagi pengguna mouse awal.

Yang perlu kita sampaikan adalah selama mouse tidak menempel permukaan apa pun, pointer mouse di layar monitor tidak akan bergerak ke mana pun. Ini adalah hal yang mendasar dan sederhana, namun kadang lupa disampaikan, dan bagi pengguna mouse awal tidak begitu saja langsung bisa dipahami.

Akan lebih baik lagi kita demonstrasikan dengan mengangkat mouse dari meja/alas mouse dan memperlihatkan di layar bahwa pointer mouse tidak bergerak ke mana pun. Nah, dengan karakteristik mouse yang seperti ini jika kita kehabisan tempat untuk menggerakkan mouse –padahal pointer perlu berpindah tempat- tinggal kita angkat saja mouse-nya untuk mencari tempat menggerakkan mouse, lalu kita letakkan kembali mouse dan –voila- kita sudah bisa menggerakkan mouse dengan amat mudah.

Selain kiat di atas, sikap dasar yang seharusnya melandasi itu semua adalah sabar dan empatik. Mengajarkan penggunaan komputer bagi mereka yang sudah tidak muda lagi berbeda dengan mengajarkan penggunaan komputer kepada remaja yang memang sedang suka coba-coba. Apalagi jika kita –sebagai instruktur- adalah lebih muda daripada mereka yang menjadi peserta pembelajaran. Untuk lebih memotivasi mereka, berikan juga apresiasi yang besar kepada mereka, yang -walaupun sudah tidak muda lagi- masih mau belajar penggunaan komputer. Bravo!

2 Komentar leave one →
  1. Juli 3, 2011 1:57 am

    wah tepat banget,, tapi artikel ini saya anggap bukan untuk orang tua saja, termasuk untuk saya yang masih gaptek… harus berani mencoba.. nice post neh

  2. liza permalink
    Juni 23, 2012 11:36 am

    Pak kelasnya ada dimana ya? Ibu saya ingin sekali belajar internet sm ms basic. Kl sama anak2nya banyakan nawarnya. Lg ngetik terus blg, capek ah.. Pusing ah.. Kyknya hrs sm pengajar pro deh. Kl bs privat lbh bagus lg🙂 lokasi sy di jakpus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: