Skip to content

Halo di Langit Yogya 4 Januari 2011

Januari 5, 2011
halo yogya 5 januari 2011 diambil di smk n 1 seyegan

Halo Yogya 5 Januari 2011, diambil di SMK N 1 Seyegan, pukul 11:14

Fenomena alam menarik terjadi kemarin di Yogyakarta sekitar pukul 10.30 sampai dengan 11.30. Fenomena ini adalah munculnya lingkaran berwarna warni di sekitar matahari, atau lebih spesifik lagi disebut sebagai halo.

Saya mengetahui munculnya halo ini gara-gara dua siswa minta izin keluar kelas untuk ke toilet. Oh, ya, waktu itu saya sedang mengajar di ruang 5 SMK N 1 Seyegan di kelas X TO 1. Beberapa menit kemudian mereka masuk. Beberapa menit lagi, dua siswa minta izin keluar kelas untuk ke toilet juga. Beberapa siswa yang masih duduk manis nyeletuk, “Nggak ke toilet tuh, Pak. Cuma lihat matahari doang, kok, Pak,” Pikir saya, “Emang ada apa mataharinya? Setiap hari juga lihat matahari,”
Saat mereka masuk, saya tanya, “Ada apa dengan mataharinya?”
“Itu lho Pak, ada lingkaran pelanginya,”

Oh. Ada halo, toh?
Saya pun keluar dan memandang ke atas. Ya benar.
“Pak, mau lihat, pak. Siapa tahu seumur hidup sekali…” rengek seorang siswa.
Ada-ada saja nih anak. “Oke, deh, saya beri waktu sekitar 5-10 menit untuk melihatnya. Silakan kalau mau dipotret atau direkam video… Setelah itu kita lanjutkan pelajarannya.”

Siswa-siswa kelas saya pun keluar. Sebentar kemudian separo dari mereka mengeluarkan hape berkamera dan mengarahkannya ke langit.
“Ada penjelasan ilmiahnya nggak pak?” tanya seorang siswa.
“Ya jelas ada. Itu namanya halo. Terjadi karena pembiasan cahaya oleh uap air.”

Halo di langit Yogya, masih dari SMK N 1 Seyegan

Halo di langit Yogya, masih dari SMK N 1 Seyegan

Nih penjelasan ilmiahnya:
Halo adalah fenomena pembiasan cahaya yang disebabkan oleh kristal es atau uap air yang berada di atmosfer di antara orang yang melihatnya dan matahari. Bentuk umum dari halo adalah sebuah lingkaran cahaya yang berwarna warni yang melingkari matahari.

Halo biasa terjadi pada musim hujan saat banyak uap air naik ke troposfer yang berketingian 10-40 km. Suhu troposfer sangat dingin, yaitu antara minus 30-40 derajat celcius. Pada saat itulah uap air di lapisan troposfer berfungsi sebagai lensa yang memantulkan cahaya matahari.

Warna halo yang terjadi kemarin tidaklah selengkap warna pelangi, hanya merah, jingga, kuning, dan hijau dengan urutan dari dalam ke bagian luar cincin. Warna yang tak selengkap pelangi ini disebabkan oleh perbedaan sudut pantul cahaya.

Halo adalah sebuah pertanda.... Pertanda adanya uap air di atmosfer hehe

“Ini pertanda apa, Pak?”
“Nggak merupakan pertanda apa-apa. Itu fenomena alam biasa, Nak. Ayo, masuk lagi. Ini sudah 10 menit di luar.”

One Comment leave one →
  1. satufikr permalink
    Januari 10, 2011 12:34 pm

    murid: “Ini pertanda apa, Pak?”
    guru: “Nggak merupakan pertanda apa-apa. Itu fenomena alam biasa, Nak. Ayo, masuk lagi. Ini sudah 10 menit di luar.”

    jawaban guru yang cerdas.menghindarkan diri dari situasi yang tidak terkontrol.xixixixi..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: