Skip to content

Manajemen Waktu Lebih Lanjut: Waktu Berkualitas, Masalah pun Tuntas

Februari 2, 2009

“Mau masuk kerja di lembaga A atau perusahaan B,  ya?” Pikir Fulan dengan penuh kebingungan untuk memilih. Ia diterima kerja di dua tempat kerja yang ia lamar. Kedua tempat kerja ini sudah menyatakan menerima Fulan sebagai calon pegawai mereka yang baru….. dengan tenggat waktu. Kalau nggak ada tanggapan beberapa hari lagi dari Fulan, mereka akan mengambil kandidat lain. Dengan langkanya lapangan kerja, umur yang bertambah naik, dan berbagai variabel lain, Fulan kebingunan. Padahal, waktu berpikir semakin berkurang.
Salah satu hal yang sering kali menggagalkan kita untuk menentukan pilihan yang baik adalah tidak memberikan cukup waktu dengan kualitas yang baik bagi kita sendiri untuk berpikir. Meski kita membenarkan hal tersebut, sering kali saat dihadapkan pada pilihan, kita melupakan untuk menyisihkan waktu berkualitas tersebut.
Alokasi Waktu Payah, Hidup Bisa Susah
Apa yang terjadi pada kita jika waktu yang baik untuk berpikir ini tidak sengaja kita alokasikan? Gawat, hasilnya kita akan memilih tanpa pertimbangan yang matang, yang bisa berbuntut pada penyesalan berlarut-larut. Ketika waktu yang berkualitas hilang dari agenda kita, tiba-tiba tenggat waktu sudah tinggal selangkah lagi. Kita panik dan tak tahan lagi dalam kebimbangan di antara pilihan-pilihan. Lalu, kita akan sering membuat keputusan yang buruk. Hal ini terjadi karena bila kita dalam keadaan stress (tegang) atau tertekan, kapasitas otak kita untuk berpikir konstruktif menjadi sangat melemah.
Jalan buruk yang lain adalah kita membutuhkan bantuan orang lain (yang kita tanggapi secara tidak tepat) untuk memilih. Panik dan tertekan dengan kebimbangan, kita minta pendapat orang yang lebih tahu. Payahnya, betapa banyak yang sok tahu daripada yang benar-benar tahu. Kemudian mereka menanggapi masalah kita lebih dari apa yang seharusnya mereka lakukan. Akhirnya, kita pun dipilihkan. Suatu hari nanti, kita akan sadar betapa pilihan mereka tak sesuai dengan hati nurani kita.
Lalu, bagaimana sih waktu yang berkualitas itu?
Waktu berkualitas yang diperlukan  untuk memikirkan keputusan/pilihan sulit adalah waktu yang:
–    Diset semata-mata untuk tujuan membantu kita membuat pilihan-pilihan kita.
–    Dilakukan di lingkungan yang tenang (yang memungkinkan kita berkonsentrasi)
–    Tidak diganggu oleh kebutuhan yang lain
–    Cukup lama untuk memungkinkan kita berpikir serius (contoh, minimal 20 menit tanpa diselang-seling dengan 5 menit  ke sana kemari)
–    Bebas dari rasa cemas, karena pikiran kita sedang dipakai untuk kegiatan memecahkan masalah yang konstruktif)

Mengail Waktu  yang Berkualitas
Mungkin Anda seorang pelajar yang super sibuk; sekolah di SMU favorit, pegang jabatan eksekutif di salah satu lembaga kegiatan siswa, punya tanggung jawab pula di organisasi kampung tempat Anda tinggal, mungkin masih ditambah ngobyek jadi pembimbing belajar privat anak SD. Wah, gimana cari waktu berkualitasnya?
Jangan khawatir, walaupun Anda bertipe orang sibuk kayak di atas, cara-cara di bawah ini insyallah akan membantu Anda menemukan waktu berkualitas milik Anda:

–    Buatlah daftar sepuluh tugas terpenting yang harus Anda selesaikan dalam waktu dua minggu mendatang. Sekarang, urutkan tugas-tugas itu sesuai dengan prioritas urgensinya.
–    Alokasikan waktu yang layak di samping tiap tugas tersebut, sembari tetap ingat prioritas tugas yang telah Anda susun dan ingat juga agenda harian Anda.
–    Dengan menggunakan stabilo atau alat semacamnya, berilah tanda pada waktu-waktu yang bebas yang tertinggal dalam agenda harian Anda sebagai waktu pikir berkualitas. Bisa jadi rata-rata waktu bebas  yang tertinggal adalah sekitar setengah jam. Kita bisa ambil empat atau enam kali waktu bebas itu untuk berpikir optimal. Jadi, waktu bebas total untuk berpikir bisa menjadi dua atau tiga jam. Bila ternyata Anda nggak menemukan cukup waktu senggang pada agenda harian Anda,  periksa kembali alokasi waktu yang telah Anda perkirakan untuk tiap tugas. Lalu, kurangilah di mana yang bisa. Ingat, jika Anda tidak lakukan pengurangan ini, Anda akan beresiko mengambil keputusan yang buruk, atau bahkan tidak mengambil keputusan sama sekali.

Boros Waktu
Masih sulit mencari waktu-waktu luang? Semoga latihan di bawah ini bisa membantu Anda. Latihan ini bisa disebut sebagai latihan seni mengambil keputusan sehari-hari. Dengan latihan ini, Anda diharapkan bisa mencoba untuk mempercepat pengambilan keputusan, mampu mengirit waktu dalam jumlah yang mengejutkan, yang kemudian bisa Anda manfaatkan secara konstruktif dalam menentukan pilihan-pilihan besar dalam hidup Anda.
Pada dasarnya, banyak orang yang menggunakan waktu berlebih (baca: boros) untuk mengambil keputusan-keputusan yang beresiko kecil sekalipun. Inilah contoh pemborosan waktu untuk masalah-masalah yang sederhana:
Memikirkan tentang makanan malam nanti. Nenek moyang kita dulu pernah harus makan apa pun yang bisa mereka sembelih dan apa saja yang tumbuh dari kebun mereka. Tapi sekarang, di pinggir jalan raya kita belasan warung menyediakan beragam masakan. Belum kalo mau masak sendiri, segepok buku resep masakan tersedia di toko buku.
Bukan berarti pilihan kecil tersebut sesuatu hal yang remeh temeh lho. Pilihan-pilihan kecil semacam itu bisa juga berpengaruh positif terhadap kualitas hidup kita. Tapi, jangan sampai kita menyengsarakan diri dengan sia-sia karena pilihan-pilihan tersebut.

Klasifikasi Pilihan
Agar tidak boros waktu untuk hal-hal yang kecil, sebaiknya Anda kategorikan pilihan-pilihan dalam hidup Anda dalam empat kategori: pilihan emas, perak, perunggu, dan nikel. Anda harus menentukan sendiri bobot tiap pilihan pribadi Anda. Sedikit acuan dapat Anda lihat di bawah ini:
Pilihan emas, ini merupakan pilihan besar yang membentuk serta mengarahkan ke tujuan hidup Anda. Contoh: pasangan hidup, jenis pekerjaan, lokasi tempat tinggal, dan sebagainya.
Pilihan perak, merupakan pilihan penting yang kadang melibatkan cukup banyak resiko, biasanya mengenai pengelolaan hidup sehari-hari. Tetapi bukan pilihan yang paling penting. Contoh: biaya-biaya utama untuk sekolah.
Pilihan perunggu, berkaitan dengan keseharian Anda. Mungkin rasanya tidak begitu penting, tapi karena seringkali breualng, maka punya dampak juga terhadap hidup Anda. Contoh: baju yang akan dibeli, atau kapan harus pakai baju apa, lemari pakaian yang bagaimana, dan yang semacamnya.
Pilihan nikel, pilihan ini betul-betul merupakan keputusan-keputusan yang tidak berisiko. Contoh: surat kabar atau majalah, makanan kecil apa, minum the atau kopi, dan sebagainya.
Selama seminggu atau lebih, sewaktu Anda berhadapan dengan suatu pilihan, meski sekecil apa pun, pikirkan ke kategori mana itu termasuk, dan tuliskanlah.

Pentingnya Relaksasi
Menentukan pilihan yang berat selalu membuat stress. Proses menjelajahi kemungkinan-kemungkinan, menangani ketakutan terhadap resiko dan pikiran berat akan membebani badan dan pikiran kita. Idealnya, kita akan mengambil keputusan hanya pada saat badan dan benak kita fit. Kenyataannya, kitta sering harus menghadapi pilihan sulit di saat kita telah mengorek-orek sisa cadangan energi kita.
Jika kita mengambil keputusan saat badan kita seperti itu bisa-bisa keputusan buruk yang kita hasilkan. Karena itu, pada saat-saat akan memutuskan, kita perlu melakukan relaksasi. Tujuan relaksasi adalah membuat keadaan fisiologis Anda baik; degup jantung relatif lebih rendah dari biasanya, lengan dan tungkai kendur lemas, dan pikiran terasa lebih ringan serta nyaman, tanpa beban dan cemas.
Relaksasi tidak harus dengan pergi ke puncak gunung dan merenung di atas tebing. Relaksasi bisa Anda lakukan di kamar Anda ketika tak ada gangguan dari pihak lain. Salah satu waktu yang pas adalah saat bangun malam setelah menghadap Allah I. Setelah menyerahkan kepada Allah agar memilihkan yang terbaik bagi Anda, Anda bisa mulai melakukan relaksasi.
Relaksasi sederhana, misalnya adalah dengan meregangkan otot-otot yang sering terbebani pekerjaan, kemudian jalan di tempat ala militer semakin cepat tapi nggak sampai lelah selama satu menit. Setelah itu bernafas dalam-dalam dengan sangat perlahan, perhatikan arus keluar masuknya udara dalam tubuh Anda. Kemudian, berdiri atau duduk tenang dengan posisi tersangga yang nyaman. Terakhir, pejamkan mata dan ucapkan perlahan, “Aku merasa nyaman dan tenang.”
Jika acara relaksasi selesai, pakailah satu jam berikutnya untuk membentuk suasana hati yang menyenangkan. Selesaikan dengan menulis catatan pada kertas kecil perasaan positif yang akan Anda dapat bila akhirnya Anda sudah lepas dari beban pilihan itu. Misal, “jika aku udah memilih, aku akan merasa lega/bahagia/yakin/puas,…”
Pejamkan mata dan bayangkan diri Anda merasakan perasaan-perasaan itu. Dengan kesadaran penuh, tajamkanlah rasa itu untuk beberapa menit dan rasakan efeknya bagi tubuh. Untuk beberapa hari berikutnya, saat sebelum tidur, luangkan waktu sejenak untuk memejamkan mata dan mengembalikan rasa yang bagus itu.
Untuk membantu memelihara semangat dan rasa optimis, tempelkan kertas yang berisi perasaan positif tadi di suatu tempat yang sering tanpa sengaja akan tertatap oleh mata Anda, misal komputer Anda, di balik pintu kamar mandi Anda, depan meja belajar Anda.

Waktu memang begitu berharga, Allah pun bersumpah dengannya. Sungguh tak bijaksana jika kita masih menyia-nyiakan waktu sedangkan di depan kita banyak permasalahan yang memerlukan waktu yang berkualitas sebagai saat berpikir. Sudah waktunya, kita berusaha mencari waktu kita yang berkualitas, insyaallah, pengambilan keputusan akan segera tuntas. (*)

4 Komentar leave one →
  1. endar permalink
    Maret 5, 2009 2:36 pm

    jzk atas artikelnya

    sama-sama, wiykm (…jzk itu apa sih, juzak? hehehe,…)

  2. Mei 14, 2009 2:47 am

    oke juga…!!

  3. Juni 8, 2009 6:21 am

    salut tok wes,,,,,,,,,,

Trackbacks

  1. Empat Alat Manajemen Waktu « .:Wirawan:Yogiyatno’s:Note:.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: