Skip to content

Autopackage Rocks!

April 19, 2007
tags: ,

Urusan install-menginstall program di lingkungan GNU-Linux bisa bikin pusing. Jika dapat binary source codenya, kudu compile sendiri, dan itu bisa membutuhkan 2 atau lebih cangkir kopi untuk menemani kesabaran dan kemauan belajar. RPM mereduksi banyak penderitaan dalam masalah penginstallan ini. Namun, ternyata RPM tidak selalu menyenangkan juga. Ada saja masalah dalam RPM, misalnya, hanya menunjukkan dependency yang kurang lalu tidak otomatis menginstallkan, tidak ada standar penamaan paket dependency di antara distro-distro, interaksi yang buruk dengan kode sumber, dan lain-lainnya.
Autopackage, merupakan perangkat lunak yang mencoba menyederhanakan masalah instalasi di lingkungan GNU-Linux ini. Perangkat lunak yang menyediakan paket penginstallan autopackage akan mudah diinstall di distribusi apa saja. Autopackage bukannya mengganti RPM. kata pembuat Autopackage, RPM sudah bagus, cuma ia adalah paket non-inti, tergantung dengan distro-distro tertentu. Inilah yang di-coba selesai-kan oleh Autopackage.
Suatu file autopackage (berekstensi *.package) berisi seluruh file yang diperlukan untuk suatu paket software dalam format yang netral dari format-format distro tertentu dengan file-file kontrol khusus di dalamnya, terbungkus menjadi sebuah file tarball. Untuk menginstall suatu perangkat lunak dalam format autopackage, kita tinggal me-run file tersebut. Ia akan mencek sistem Anda, mencari file perangkat autopackage, cek dependency, copy file, dan seterusnya. Bagusnya lagi, suatu paket program autopackage bisa diinstall lewat terminal maupun lewat GUI.
Jika komputer Anda tidak terhubung dengan internet, Anda harus mendownload file perangkat autopackage tersebut dalam satu direktori bersama file .package piranti lunak yang ingin Anda install. File perangkat autopackage sendiri ada dua, yaitu Core code-nya dan file untuk GUI-nya.

Langkah-langkah detil untuk menginstall suatu program dengan format paket autopackage adalah sebagai berikut:
1. Anda download dua file perangkat autopackage di atas.
2. Anda download program/perangkat lunak yang Anda inginkan. Daftar program yang telah tersedia dalam format autopackage dapat dilihat di sini
3. Letakkan dua file perangkat autopackage dengan program yang Anda inginkan dalam satu folder.
4. Masuk lingkungan desktop. Buka file browser (Nautilus atau Konqueror). Buka direktori di mana Anda menyimpan tiga file tadi. Klik kanan package tersebut, pilih Properties.
5. Klik tab Permissions, beri tanda cek pada Execute, Exec, atau Is Executable. Jika ada beberapa cekboks Execute, maka cek yang paling atas. Klik OK atau Close
6. Jika Anda sudah punya program yang akan Anda install sebelumnya, maka uninstall dulu program yang lawas.
7. Klik ganda file package program Anda. Jika muncul kotak dialog untuk memilih Display atau Run, pilihlah Run
8. Instalasi dimulai sekarang. Ikuti petunjuk yang ada. Tentu, seperti jika Anda menginstall lewat installer versi lain, Anda akan dimintai password root lebih dulu.

Saya menginstall Inkscape dari paket autopackage. Ternyata saya lupa download perangkat autopackage untuk GUI-nya, sehingga proses instalasinya cuman terlihat di terminal.

Walaupun lupa download perangkat GUI autopackage-nya, ternyata tak bermasalah juga (saya tak menyarankan Anda untuk lupa juga). Walhasil, Inkscape-nya terpasang di sistem saya dengan cantiknya.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: