Skip to content

Pakai Linux Karena Ingin Masuk Surga

April 12, 2007
tags: ,

Mulai bulan ini, majalah InfoLINUX menampilkan pengalaman-pengalaman pribadi pengguna Linux. Selain dapat bingkisan, yang dimuat pun bisa nampang di majalah berkaliber nasional. Ini adalah ide yang baik untuk mempropagandakan penggunaan Free Open Source Software (FOSS) dan juga membantu penegakan UU HAKI di Indonesia.
Bicara tentang memakai GNU Linux -selanjutnya saya singkat Linux, jujur saja saya lebih suka memakai Windows. Ini karena dapur rumah saya lebih bisa mengepul dengan piranti lunak yang berjalan di atasnya. Tapi karena hal yang ideologis toh akhirnya saya memakai Linux juga.

Pertama kali berkenalan dengan Linux adalah saat teman saya membawakan CD RedHat -lupa versi berapa, hampir sepuluh tahun yang lalu. Setelah mendengar kehebatan Linux, akhirnya saya ambil juga CD itu. Bermodal rasa ingin tahu, saya coba install OS baru tersebut. Oh-oh. Sungguh halo effect yang tidak menyenangkan. Saat baru saja berhasil mengumpulkan uang untuk membeli PC yang bisa diinstalli OS ber-GUI, kok harus menginstall dengan mode teks. Akhirnya saya simpan RedHat tersebut dan sampai sekarang tak pernah saya pakai.
Beberapa tahun kemudian saya mendapatkan lagi CD Linux. Kali ini bermerek Mandrake 8.2. Karena iming-iming Linux sudah lebih bagus dari sebelumnya, akhirnya saya install juga distro ini. Wah, agak betul komentar teman saya. Ini mending daripada RedHat saya yang dulu. Ups, tapi XMMS-nya tidak jalan. Tidak terdengar suara apa pun. Xine-nya tidak bisa membaca semua VCD saya. Resolusi 1024×768 pun tak mau. Okelah, sebagai pengenalan Linux, bolehlah saya coba distro ini. Yeah, sekedar belajar mengkustomisasi KDE, Gnome, mengetik dengan Kwrite, dan sedikit bergaya dengan mengetikkan perintah-perintah Linux di terminal.
Suatu saat saya mulai ragu menggunakan OS beserta piranti lunak bajakan di PC saya. Begini ceritanya, tempat kerja saya berlangganan sebuah majalah dakwah. Rubrik fatwa salah satu edisi majalah tersebut pernah mengangkat tentang fatwa haramnya memakai piranti lunak bajakan -semoga saja majalah dakwah itu dibuat tanpa menggunakan piranti lunak bajakan. Dari situ saya mulai pikir-pikir tentang kezaliman yang saya lakukan tersebut.
Saya tak begitu saja mengikuti fatwa tersebut. Isu-isu monopoli kapitalistik, perang pemikiran, hegemoni ilmu dan ekonomi orang kafir, serta pembodohan kaum muslimin menggelayuti benak saya. Tak puas dengan fatwa tersebut, akhirnya saya cari-cari juga sumber-sumber yang lain. Alhamdulillah dapat juga dan jawabannya melegakan hati saya.
Salah satu fatwa yang mantap menjawab masalah tersebut terdapat di situs Al-Manhaj.or.id

Karena pengelolanya memperbolehkan untuk menyebarluaskan isi artikel ini asal menyebutkan sumbernya, dan juga memang fatwanya diperbolehkan untuk disebarluaskan, maka saya kopi paste fatwa tersebut untuk kenyamanan Anda:

ALL RIGHTS RESERVED : BOLEHKAH COPY DAN INSTALL SOFTWARE KOMPUTER TANPA MEMBELI PROGRAM ASLI ?
Oleh
Al-Lajnah Ad-Daa-imah Lil Buhuuts Al-Ilmiyah Wal Ifta
Pertanyaan.
Al-Lajnah Ad-Daa-imah Lil Buhuuts Al-Ilmiyah Wal Ifta ditanya : Saya bekerja di bidang komputer, saya biasa mengcopy dan menginstall program untuk dapat dijalankan. Hal itu saya lakukan tanpa membeli CD yang berisi program asli. Perlu diketahui, pada CD tersebut terdapat peringatan yang menyebutkan : ‘Hak Cipta Dilindungi’, yang menyerupai istilah yang tertulis dalam buku : ‘All Rights Reserved’ (Semua Hak Cipta Dilindungi). Pemilik program ini bisa seorang muslim dan bisa juga kafir. Pertanyaan saya, apakah boleh mengcopy (atau install) dengan cara seperti ini atau tidak ?
Jawaban
Tidak boleh mengcopy (install) program yang pemegang hak ciptanya melarang, kecuali dengan se-izin mereka. Hal itu didasarkan pada sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Artinya : Kaum muslimin itu berpegang pada persyaratan mereka [1]

Juga sabda beliau yang lain.

Artinya : Tidak dihalalkan harta seorang muslimin kecuali yang diberikan dari ketulusan hatinya yang dalam[2]

Demikian juga dengan sabda beliau.

Artinya : Barangsiapa yang lebih dulu pada suatu hal yang mubah, maka dialah yang paling berhak terhadapnya

Baik pemegang hal cipta program itu seorang muslim maupun kafir yang bukan harbi (orang kafir yang tidak boleh diperangi), karena hak orang kafir yang bukan harbi harus juga dihormati, sebagaimana halnya dengan haq orang muslim.

Wabillaahit Taufiq. Dan mudah-mudahan Allah senantiasa melimpahkan kesejahteraan dan keselamatan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan para sahabatnya.

_______
Foote Note
[1]. HR Al-Bukhari dalam kitab As-Sunan Al-Kubra VII/248, Abdurrazzak dalam Mushannaf-nya VIII/377, Al-Hakim II/57 nomor 2309, Ad-Daraquthni II/606 nomor 2845, Abu Dawud 3594. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Irwaa’ul Ghaliil V/142 nomor 1303
[2]. HR Al-Baihaqi dalam kitab Sunnannya VIII/182, Ahmad V/276, nomor 15488, Ad-Daraquthni II/602 nomor 2849-2850, Abu Ya’la III/140 nomor 1570. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Irwaa’ul Ghaliil nomor 1459

(Disebarkan dari Al-Manhaj.or.id)

Selain itu, ada juga jawaban yang panjang tentang penggunaan software bajakan dari Syariah Online. Silakan klik link di atas. Karena ada copyright, saya tak bisa mengkopi paste isi dari link tersebut. Ada juga jawaban yang menurut saya masih mengandung hal yang meragukan, berkaitan dengan “beberapa kasus tertentu”, “terpaksa”, dan “banyak ulama memberikan keringanan.” (Ah, masa sih? Kasus tertentu macam apa dulu, terpaksa yang bagaimana, dan ulama mana yang memberikan keringanan? Siapa nama ulamanya?)

Karena lebih baik meninggalkan hal yang syubhat dan mengambil yang tegas, jawaban terakhir yang agak meragukan tersebut tak begitu saya pikirkan. Ambil saja yang dari Lajnah Daa’imah, sudah cukup bagi saya.
Akhirnya saya pun memakai Linux. Mulai dari Mandrake 10, 2006, dan sekarang 2007 Free.
Begitulah. Saya pindah ke Linux bukan karena sok IT, sok anti-kapitalisme, atau sok anti-Microsoft. Saya migrasi ke Linux karena agama saya mengharamkan memakai barang bajakan. Saya hanya sekedar menaikkan angka probabilitas saya untuk menjadi penghuni surga.
Huff, ternyata konsekuensinya berat juga. Sebelumnya saya adalah pengembang aplikasi multimedia. Piranti yang saya gunakan (biasanya dari Adobe dan Macromedia) tentu saja bajakan, baik di kantor maupun di rumah. Setelah hijrah OS, saya meninggalkan pekerjaan itu -lagian perusahaannya juga bangkrut. Sejak pindah OS, saya mulai bernostalgila dengan PHP. Agar dapur rumah tetap mengepul, saya ambil juga pekerjaan lain asal halal, mampu, dan saya suka.
Ironi yang saya temui adalah masih banyak aktifis muslim yang memakai piranti lunak bajakan. Ketika mereka berteriak untuk menegakkan syariat Islam, dalam hal pemakaian piranti lunak mereka tak menegakkan syariat tersebut. Termasuk teman-teman saya sendiri, dari berbagai label pergerakan, mulai tingkat ustadz sampai simpatisan. Ada saja alasan untuk pembenaran tindakan mereka. Paradoks ini seperti membuat poster demo boikot produk Amerika dengan piranti lunak buatan Amerika.
Posting saya ini bukan berarti mencap masuk neraka orang yang memakai piranti lunak bajakan. Anda masih bisa masuk surga dengan amalan yang lain. Tapi bagi saya pribadi, menaikkan angka kemungkinan masuk surga adalah hal yang penting. Siapa tahu nanti sore saya mati. Dan saya tak ingin menambah siksa di neraka hanya gara-gara hal yang konyol: memakai software bajakan. (*)

4 Komentar leave one →
  1. April 12, 2007 6:29 am

    Selain itu, ada juga jawaban yang panjang tentang penggunaan software bajakan dari Syariah Online. Silakan klik link di atas. Karena ada copyright, saya tak bisa mengkopi paste isi dari link tersebut.
    lah, kalo kopi paste lalu disebutin sumbernya gak pa2 kali’

  2. toinktoink permalink
    Mei 3, 2007 4:54 pm

    Tau gak, banyak orang kafir loh ikutan ngedevelop Linux. Ide2 orang kafir banyak disana. Koq masih dipake juga ama ente…, buat masuk surga (islami) pulak…. Lucu banget dah.

    wirawax anse: ya memang, RMS aja katanya atheist. Jika Anda amati, lambang Ubuntu juga bisa dibuat bintang David. Oh, ternyata Bill Gates juga masih kafir! Lambang Windows itu sebenarnya angka 13, angka 13 adalah angka keramat di Kabbalah! Teman kuliah saya juga kafir. Penjual makanan di kampung saya yang saya beli makanannya juga kafir. Tetangga saya yang mangganya suka saya makan (diberi, nggak nyuri lho) juga kafir. Lalu?

  3. mms permalink
    Mei 11, 2007 8:51 am

    doakan agar bisa segera belajar linux ya…
    tambahan juga, dosen di kampus ana juga ada yang kafir lo…(nyambung ga si???)

  4. Orang biasa saja permalink
    Januari 8, 2008 9:22 am

    Beberapa hal yang mungkin harus diperhatikan adalah:
    1. Seberapa sering anda mendengarkan lagu2 MP3 dalam OS Linux, tahukah anda bahwa mayoritas lagu yang anda dengarkan itu bajakan, termasuk murottal Al-qur’an?
    2. Pernahkah anda merenungkan bahwa Rasulullah SAW jg berniaga dengan kaum kafir. jadi kalau kita menjual/membeli software dari kaum kafir itu sama halnya dengan berniaga dengan merek, selama yang diperjual belikan itu “halalan toyyiba”
    3. Segala seuatu sangat tergantung dengan niat, katakanlah kita memakai linux tetapi dengan linux kita berbuat tidak baik, mungkin merugikan orang lain atau golongan. Mungkin itu lebih berbahaya dari sekedar memakai software bajakan. Maslah dosa apa beda keduanya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: