Skip to content

Mereka Sudah MPd; Soal Bahasa Lain Lagi

Desember 4, 2006

Kuliah yang sedang saya ikuti bernama Program Pengembangan Kemampuan Mengajar. Ada dosen yang sudah profesor, emiritus lagi, pengarang buku, namun lupa memperkenalkan namanya. Selebihnya doktor. Selebihnya lagi MPd. Beberapa mereka yang MPd ini kedapuk juga bikin diktat.
Bayangan saya, “Hebat, dah MPd, dah pernah bikin thesis. Tentu mereka dah lebih paham tentang bahasa Indonesia yang baik dan benar.”
Kenyataannya jauh panggang daripada api.
Seorang ibu dosen yang MPd mengajar di kelas. Saya salut pada beliau yang begitu ramah dan hangat mendekati peserta didiknya. Begitu lihat transparansi beliau lain lagi perasaan saya. Sekian persen elektrolit yang ada pada cairan tubuh saya paksa-anggarkan sebagai modal memahami beberapa kalimat beliau yang sangat tidak efektif. Oh, beberapa kata yang seharusnya kata benda kok jadi kata sifat? Lha, kalimat yang itu, subjeknya mana?
Suatu ketika, Joan, teman saya yang dari jurusan bahasa Indonesia itu, saya ajak ngobrol fenomena ini. Wah, ternyata catatan dia tentang parahnya para dosen yang MPd dalam hal berbahasa Indonesia yang baik dan benar malah lebih banyak.
Belakangan, Wiwit, teman saya yang dari Kearsipan, uring-uringan tentang buku Pengantar Ilmu Pendidikan. Waktu saya lihat, buku ini memang parah. Mereka yang sudah bosan dengan bla-bla-bla teori tentu akan jengah membuka buku ini, apalagi jika mendapatkan kenyataan bahwa buku ini tidak ditulis dengan bahasa yang baik dan benar. Prasangka saya, sebagian isi buku ini adalah terjemahan dari buku teks berbahasa asing. Dan, yang menerjemahkan tidak begitu mampu membahasakan ulang dengan bahasa negara kita secara baik dan benar.
Hampir akhir semester ini, dosen mata kuliah Perencanaan Pengajaran mengemukakan sebuah buku untuk buku teks mata kuliah beliau. Hm, beliau mendapatkan cetakan lama buku tersebut; dari perpustakaan, kusam, dan tak menarik. Ternyata, buku ini (masih) dijual di toko buku dengan tampilan baru yang fresh. Penulisnya adalah seorang profesor kelahiran 1936 M. Akhirnya saya beli satu gara-gara ada tugas kelompok yang bikin pusing. Setelah saya buka-buka, oh, no, saya ketemu lagi dengan banyak kalimat tidak efektif. Betapa banyak subjek yang didahului kata depan! Ah, tampilannya saja yang fresh, isinya sama seperti yang dipinjam dosen saya: benar-benar cetakan lama dan tak menarik, gerutu saya. Maunya mengkritisi teori yang diberikan dalam buku itu, eh, ternyata saya mengkritisi editingnya lebih dulu, paling tidak untuk bab 5.
Penulisnya sudah profesor; soal bahasa lain lagi.
Oh, ya, Anik, buku yang itu ada di toko buku. Tapi saya tidak membelinya karena anggaran belanja buku saya memang baru untuk buku yang lain. Dan, saya merasa aneh menyalin isi suatu buku di sebuah toko buku. Btw, saya tidak begitu tahu apakah buku itu juga bermasalah dalam hal pemakaian bahasa negara kita secara baik dan benar. Penulisnya juga seorang profesor.
Anak saya pernah ‘ditebak’ akan jadi profesor -sebenarnya terserah dia nanti mau jadi apa. Hanya saja, kalau jadi profesor, semoga dia bisa menulis dengan bahasa yang baik dan benar; dengan bahasa apa pun yang akan ia kuasai.

…berhubung ini hanya blog, bisa jadi bahasanya pun tidak baik dan benar.

3 Komentar leave one →
  1. Januari 4, 2007 6:28 am

    Weh ladhalah saya baru baca tulisan ini. Buku yang diterbitkan memang tidak semuanya baik. Jangankan penggunaan tata bahasa, wong tulisan saja masih ada yang salah ketik. Kesalahan sepeti itu benar-benar mengganggu saat membacanya. Kok seperti tidak ada fasilitas untuk mempermudah kegiatan menulis yah.

  2. willyedi permalink
    Januari 13, 2007 3:28 pm

    Anda harus percaya bahwa dosen saya dulu ada yang menjiplak buku punya orang lain. Ketika ada mahasiswa yang ups, terlontar kata-kata seperti itu dan terdengar oleh “beliau”, si mahasiswa itu jadi tidak lulus-lulus pada mata kuliah yang diampunya. Dosen senior di UNNES kampusku dulu.

  3. beti permalink
    Juni 20, 2007 1:16 pm

    weleh…weleh…ternyata apa yang saya keluhkan soal buku yang kita pakai untuk pegangan kuliah PPKM sama dengan pak wirawan. Ketika ada tugas kuliah saya juga sering menemukan buku-buku di perpustakaan yang sudah tidak sesuai dengan EYD. Saya juga masih ingat ketika dulu duduk di bangku SD, waktu pelajaran Bahasa Indonesia, ada pokok bahasan tentang EYD. Saya tidak tahu apakah sekarang EYD masih berlaku atau tidak?? Semoga dengan penggunaan bahasa yang baik dan benar, tidak akan membuat orang yang membaca hasil karyanya jadi bingung…mumet…plus bosan.
    Satu lagi…sampai sekarang aku masih terngiang-ngiang tugas kelompok kuliah Perencanaan Pengajaran (pak Prihadi) babar blasss…ra dong….mumet baca bukunya…(sayang…terlanjur beli demi mendapat nilai…he…he..)…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: