Rumahku Ditayangkan Secara Nasional Oktober 22, 2009
Posted by wirawax in keluarga, my life.Tags: Cinta, indonesia, keluarga, memori, my life, Sayidan
2 comments
Gara-gara ikut gerakan “TV No, Movie Yes”, otomatis deh saya jarang banget nonton TV. Lha TV aja nggak mau beli punya…
Gara-gara jarang nonton TV itulah, nggak tahu kalo rumah kelahiran saya -di Sayidan- ditayangkan TV secara nasional. Di banyak stasiun TV lagi, ditumpangi iklan lagi….
Itu terjadi gara-gara Superman Is Dead nyanyi “Jika Kami Bersama” bersama Shaggy Dog yang konon asalnya dari Sayidan, kampung kelahiran saya. Trus, ketika bikin video klip, Shaggy Dog berusaha agar Sayidan -khususnya rumah saya- nongol secara nasional.
Dan hasilnya ini dia:

SID - Jika Kami Bersama
Rumah saya kelihatan pagar sebelah utaranya:

Pagar rumah saya (bagian utara) -- lihat tanda anak panah merah
Sebagai perbandingan, saya tampilkan foto pagar rumah saya yang bagian utara itu, ini dia:

Pagar rumah saya (bagian utara) --- lihat tanda anak panah kuning
Agar lebih percaya, saya parkir Vario ijo saya yang legendaris itu: AB 3014 QA,

Rumahku dengan Varioku
Lumayan juga, tampilnya sampai beberapa detik, sampai keliatan pagar rumahku bagian selatan yang ada pohon sirihnya:
Akta IV Sudah Tidak Ada Lagi Juli 3, 2009
Posted by wirawax in Edukasi, my life.Tags: Edukasi, memori, my life
add a comment
Siang itu, saya kebingungan mencari tempat legalisir ijazah di mantan kampus saya. Pertama, saya dulu nggak kuliah di komplek unit utama ini, namun di unit lain yang terpisah sekitar 6 kilometer dari unit utama ini. Kedua, unit utama ini mengalami pemugaran. Gedung baru dibangun dan beberapa ruang administrasi dipindah di gedung baru.
Setelah menemukan bagian kemahasiswaan, saya masukkan fotokopi ijazah dan transkrip saya. Setelah mengamati, pak petugas itu bilang, “Wah, untung kamu, mas! Sekarang akta sudah tidak ada lagi…”
Isu penghentian akta IV atau akta mengajar atau almamater saya menyebutnya sebagai program pembentukan kemampuan mengajar –lebih enak menyebut singkatannya: PPKM- sudah bergulir sebelum saya menikmati kuliahnya. Mendaftar dan menjalani dengan harap-harap cemas; begitulah perasaan saya –dan mungkin yang lain- ketika mengambil PPKM. Konon, pemerintah berencana menutup program ini –dengan berbagai latar belakang dan sebab. Alhamdulillah, kami berhasil lulus dengan sertifikat yang masih diakui.
Akhirnya, setelah 3 (atau 4?) angkatan setelah kami, program ini resmi ditutup. Demi mendengar kalimat bapak itu, kenangan menjalani PPKM terlintas…
Kampus yang lumayan sejuk di sebelah selatan Stadion Mandala Krida…

Kampus UPP 1 nan sejuk di selatan Stadion Mandala Krida Yogya

Papan Nama UPP 1, selatan Stadion Mandala Krida YK
Tempat parkir tidak resmi yang jadi solusi parkir cepat jika datang terlambat…

Unofficial Parking Lot.. biasa dipake parkir jika kita terlambat
Kelas semester dua yang cul-de-sac banget. Hanya punya satu pintu masuk dan keluar. So nggak bisa bolos diam-diam di tengah kuliah atau kudu berani malu kalo masuk terlambat.

Kelas semester 2 yang Kul-de-sac
Teman-teman yang… Sebagian belum denger kabarnya lagi… Sebagian jumpa lagi di FB… (Ary Puspita, Anik Zuliati,…)

Klas E... Satu tahun yang berkesan bagi saya... Where r u now, guyz? Uh, where was I? Behind the cam, I took this.
“…ngambilnya besok ya, mas…”
“Eh, ya…” tersadar saya dari memori dua tahun lalu
Bye-bye Akta IV, something that has changed my life into exciting progress


