jump to navigation

Jodie Foster Akting Nyerempet Panas di Indonesia Februari 23, 2009

Posted by wirawax in Film.
Tags: , , ,
1 comment so far

Jodie Foster ke Indonesia, dan ia berakting nyerempet-nyerempet panas. Oh, tidak malah nabrak-nabrak panas.

Berperan di Nim’s Island, sebuah film petualangan yang melibatkan pulau tropis -Hm, jadi ingat Blue Lagoon dan Return-nya, Jodie Foster menjadi seorang penulis novel petualangan ternama. Kisah penulisannya membuatnya terlibat bepergian ke sebuah pulau di Samudera Pasifik.
Setelah mendapat kontak dari seorang gadis cilik di sebuah pulau terpencil di Samudera Pasifik, Alexandra Rover (Jodie Foster) yang phobia keluar ruangan, akhirnya memberanikan diri pergi ke pulau itu demi menyelamatkan si gadis.

Ternyata untuk ke pulau itu, Alexa kudu mampir dulu di Kalimantan. Transit untuk pindah ke sebuah pesawat ringan. Gara-gara ketiduran, Alexa buru-buru memburu pesawat ke pulau itu.

Karena tergesa-gesa itulah, si Alexa nabrak display sebuah toko buku di bandara tersebut. Gubrakk!!! Tulisan displaynya membuat saya nggak yakin ada orang Indonesia ikut dalam pembuatan film ini.

Jodie Foster Nyerempet Panas

Jodie Foster Nyerempet Panas

Panas Jualan Buku? Argh!

Panas Jualan Buku? Argh!

Lihat tulisan display-nya: PANAS Jualan Buku. Nggak pernah lihat kata-kata seperti itu di toko-toko buku di Indonesia. Mungkin maksudnya kayak Hot books atau Hot stuff gitu ya? Buku yang sedang hangat atau buku yang sedang populer maksudnya. CMIIW.

Jogja

Jogja

Saat berlari di bandara Kalimantan itu, entah di bandara mana nggak jelas, tertempel poster promosi wisata (?) Jogja. Gambarnya apa sih? Nggak kelihatan icon Jogja-nya. Asik dong kota saya masuk di film Hollywood.

Setelah filmnya selesai, saya amati credit title-nya. Oh syutingnya nggak beneran di Kalimantan ta? Sebagian besar di Selandia Baru. Pantes.

Oh ya kalo mau lihat Jodie Foster berakting (ke)panas(an) ala Brooke Shields di Blue Lagoon atau Milla Jovovich di Return-nya, jelas nggak di film ini. Nim’s Island adalah film petualangan keluarga.

King Kong Ada di Indonesia Februari 18, 2009

Posted by wirawax in Film.
Tags: , ,
1 comment so far

Setelah Anaconda 2 (The Hunt for Blood Orchid), dan sebuah film monster laba-laba yang saya lupa judulnya –karena saking banyaknya film tentang monster laba-laba, Hollywood lagi-lagi memasang Indonesia sebagai tempat penuh pulau misterius yang kaya akan monster-monster. Ini terjadi di Kingkong versi Peter Jackson.
Sebenarnya film ini adalah remake dari dua film sebelumnya yang rilis pada 1933 dan 1976.
Dalam Peter Jackson’s King Kong disebutkan bahwa Skull Island itu ada di sebelah barat Sumatra. Dan tempatnya bener-bener syerem. Ada suku primitive yang suka mengorbankan wanita buat Kingkong, Kingkongnya sendiri, dinosaurus berbagai versi (raptor, brontosaurus –atau brachiosaurus?, tyrannosaurus rex?), serangga raksasa, sampai kelelawar raksasa. Hii mengerikan. Daftar lengkap monster-monster yang menghuni pulau ini ada di sini.
Mau tahu lokasi Skull Island ini -siapa tahu Anda mau mampir- lihat di sini. Dalam versi 1933, nama pulau ini nggak resmi disebutkan. Juga dalam versi 1976.

Venture Surabaya, kapal yang dipakai Denham ke Skull Island

Venture Surabaya, kapal yang dipakai Denham ke Skull Island

Kapal yang dipakai rombongan Denham pun namanya Venture, di bawahnya ada tulisan Surabaya. Entah apa maksudnya. Apakah ini kapal dari Surabaya? Ataukah maksudnya ‘pergi ke Surabaya yang berbahaya’? Mungkin ini unconscious warning setelah peristiwa bom Bali.
Terlepas dari itu, filmnya menghibur. Hanya saja, setelah era penggunaan software 3D di film-film, segala efek di King Kong ala Peter Jackson tidaklah menggigit. Biasa. Beda dengan kemunculan Jurassic Park pada 1991.

Jaket Made in Indonesia di Silence of The Lambs Februari 13, 2009

Posted by wirawax in Film.
Tags: , , ,
1 comment so far

made-silence-1

Produk luar negeri dipakai di Indonesia? Banyak. Tapi ternyata banyak juga produk Indonesia dipakai di luar negeri. Bahkan sebelum zaman perdagangan bebas.
Buktinya, Jonathan Demme eh staf kostumnya di Silence of The Lambs –film tahun 1991- memakaikan jaket buatan Indonesia pada seorang figurannya.
Figuran ini nggak sebarang figuran. Ia adalah korban kesekian Buffalo Bill yang pertama nongol di film ini. Pernah lihat filmnya kan?
Pemakai jaket buatan Indonesia ini muncul sebagai seorang wanita yang pulang dari berbelanja –atau kerja?- sambil mendengarkan lagu American Girls-nya Tom Petty. Setelah ia parkir mobilnya di dekat apartemennya, ia lihat seorang laki-laki sedang kesulitan memasukkan sofa ke dalam sebuah mobil van. Baik hati wanita ini, –mungkin terpengaruh kata Indonesia di jaketnya yang konon bangsanya terkenal suka menolong- ia ingin membantu laki-laki itu memasukkan sofa ke vannya.
Malang, ternyata laki-laki itu adalah si serial killer antagonis di film ini. Dijebaklah wanita pemakai jaket buatan Indonesia ini. Setelah dipukul pingsan, Buffalo Bill membuka jaket ini dengan guntingnya.
Krek-krek, terguntinglah jaket itu dan di layar terlihat jelas kata MADE IN INDONESIA di label jaketnya.

Bener-bener Made in Indonesia

Bener-bener Made in Indonesia

Terima kasih Johnatan Demme! Anda telah mempromosikan Indonesia jaket buatan Indonesia.
Basbang? Biarin…

Ukasyah dan Tentara Februari 10, 2009

Posted by wirawax in keluarga, my life.
Tags: , , ,
4 comments

ukasyah dengan baju tentara

ukasyah dengan baju tentara

Pindah sekolah kadang bukan hal mudah bagi seorang anak. Ini terjadi juga pada Ukasyah, anak saya. Satu dua hari pertama adalah hari paling menakutkan baginya.
Beruntung ada hari untuk memakai pakaian bebas, sehingga dengan memakai pakaian kesukaannya, Ukasyah –saya harapkan- jadi agak lebih berani.
Karena pakaian kesukaannya adalah pakaian doreng ala tentara, saya punya kesempatan untuk membujuknya agar mau dan berani masuk sekolah. (lagi…)