Akta IV Sudah Tidak Ada Lagi Juli 3, 2009
Posted by wirawax in Edukasi, my life.Tags: Edukasi, memori, my life
trackback
Siang itu, saya kebingungan mencari tempat legalisir ijazah di mantan kampus saya. Pertama, saya dulu nggak kuliah di komplek unit utama ini, namun di unit lain yang terpisah sekitar 6 kilometer dari unit utama ini. Kedua, unit utama ini mengalami pemugaran. Gedung baru dibangun dan beberapa ruang administrasi dipindah di gedung baru.
Setelah menemukan bagian kemahasiswaan, saya masukkan fotokopi ijazah dan transkrip saya. Setelah mengamati, pak petugas itu bilang, “Wah, untung kamu, mas! Sekarang akta sudah tidak ada lagi…”
Isu penghentian akta IV atau akta mengajar atau almamater saya menyebutnya sebagai program pembentukan kemampuan mengajar –lebih enak menyebut singkatannya: PPKM- sudah bergulir sebelum saya menikmati kuliahnya. Mendaftar dan menjalani dengan harap-harap cemas; begitulah perasaan saya –dan mungkin yang lain- ketika mengambil PPKM. Konon, pemerintah berencana menutup program ini –dengan berbagai latar belakang dan sebab. Alhamdulillah, kami berhasil lulus dengan sertifikat yang masih diakui.
Akhirnya, setelah 3 (atau 4?) angkatan setelah kami, program ini resmi ditutup. Demi mendengar kalimat bapak itu, kenangan menjalani PPKM terlintas…
Kampus yang lumayan sejuk di sebelah selatan Stadion Mandala Krida…

Kampus UPP 1 nan sejuk di selatan Stadion Mandala Krida Yogya

Papan Nama UPP 1, selatan Stadion Mandala Krida YK
Tempat parkir tidak resmi yang jadi solusi parkir cepat jika datang terlambat…

Unofficial Parking Lot.. biasa dipake parkir jika kita terlambat
Kelas semester dua yang cul-de-sac banget. Hanya punya satu pintu masuk dan keluar. So nggak bisa bolos diam-diam di tengah kuliah atau kudu berani malu kalo masuk terlambat.

Kelas semester 2 yang Kul-de-sac
Teman-teman yang… Sebagian belum denger kabarnya lagi… Sebagian jumpa lagi di FB… (Ary Puspita, Anik Zuliati,…)

Klas E... Satu tahun yang berkesan bagi saya... Where r u now, guyz? Uh, where was I? Behind the cam, I took this.
“…ngambilnya besok ya, mas…”
“Eh, ya…” tersadar saya dari memori dua tahun lalu
Bye-bye Akta IV, something that has changed my life into exciting progress



Komentar»
No comments yet — be the first.